Mendidik Anak Lewat Lirik Lagu

Di zaman yang berderap cepat, kita kerap menemui anak-anak usia sekolah dasar yang suka mengumpat, gampang memaki atau berkata kasar. Ungkapan yang mereka lontarkan lebih mirip orang dewasa.

Kalimat yang mereka sampaikan kadang terdengar begitu enteng dalam percakapan sehari-hari. Saat mendapati situasi yang tidak diinginkan, sang anak gampang tersulut emosi. Begitu pula ketika berseberangan pandangan dengan kawannya, respons otomatisnya adalah memaki dengan intonasi yang terdengar meninggi.

Sepertinya kata-kata itu telah terekam di ruang kosong memori anak. Boleh jadi mereka memeramnya dari mana saja. Dari orang tuanya yang kerap bertengkar di rumah, dari teman bermain yang lebih dewasa, atau lantaran kerap melihat aneka konten tak sesuai di media sosial.

Kenyataan ini tentu membuat kita prihatin. Karena tidak seharusnya mereka mengucapkan kata-kata tersebut.

Dalam hal ini tentu sangat diperlukan pengawasan dan pengawalan optimal dalam tumbuh kembang anak. Ini harus dilakukan orang tua, keluarga di rumah, guru, pemuda-pemudi di lingkungan sekitar, juga pemerintah—yang harus bisa melindungi anak-anak Indonesia dari tebaran konten negatif.

Untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, kita punya pekerjaan rumah mencari saluran tepat yang bisa diajarkan pada anak-anak.

Salah satunya, kita bisa belajar mengajari nilai sopan santun dari lagu-lagu anak tempo dulu yang masih sangat relevan dengan tumbuh kembang mereka. Di sana banyak terdapat lirik-lirik yang mendidik, dengan balutan nada riang gembira dan ceria.

Lagu Pelangi, misalnya, kita bisa mengajarkan anak untuk mengagumi keindahan ciptaan Tuhan. Sementara lagu Bangun Tidur melatih anak memahami rutinitas harian yang baik: bangun pagi, merapikan tempat tidur, lalu mandi.

Sementara, di lagu Naik Delman atau Naik Gunung mengasah imajinasi sekaligus memperkenalkan transportasi tradisional dan keindahan alam. Lewat lagu ini, anak-anak tidak hanya bernyanyi, tetapi juga belajar budaya dan lingkungan di sekitarnya.

Kekuatan lagu anak di masa lalu terletak pada kesederhanaan lirik dan kekuatan pesan moralnya. Pesan disiplin, kejujuran, kasih sayang, cinta Tanah Air, dan semangat kebersamaan disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Dari sini, anak-anak bisa belajar tanpa merasa sedang diajari.

Di era digital saat ini, lagu-lagu anak tempo dulu menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter sangatlah penting dan harus diajarkan sejak dini dengan cara yang lembut dan mengena.

Atau jika lagu anak tempo dulu dinilai kurang relevan dengan situasi sekarang, kita bisa mencari lagu-lagu anak kekinian yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ada banyak festival lagu anak, di sana ada ratusan lagu yang telah tercipta. Tinggal bagaimana kita bisa mengaksesnya.

Satu hal yang bisa kita garisbawahi, pendidikan melalui lirik lagu bisa menjadi cara yang sangat efektif dan menyenangkan bagi anak. Lirik lagu yang dipilih dengan tepat dapat membantu mereka belajar nilai moral, kosakata baru, termasuk pemahaman emosional.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prev
Pasal ”Penghasutan” itu Warisan Kolonial, Bertentangan dengan UUD 1945

Pasal ”Penghasutan” itu Warisan Kolonial, Bertentangan dengan UUD 1945

Sejak 25 Agustus lalu, Indonesia diguncang aksi demonstrasi yang meledak di

Next
Mengunjungi Wina, Kota dengan Konsep Perumahan Sosial Terbaik

Mengunjungi Wina, Kota dengan Konsep Perumahan Sosial Terbaik

Siapa sangka, perjalanan ke Wina, Austria, kota yang selalu saya bayangkan penuh

You May Also Like
Total
0
Share