Bob Marley, lahir pada 6 Februari 1945, adalah legenda musik reggae. Pemilik nama lengkap Robert Nesta Marley ini mendapat julukan “Raja Reggae”. Tak pelak, meskipun raganya telah kembali ke tanah 44 tahun lalu, namanya tetap melegenda hingga kini.
Namun, Bob Marley bukan hanya legenda reggae, dia juga seorang revolusioner. Dia menggunakan reggae sebagai senjata perlawanan terhadap ketidakadilan, rasisme, kemiskinan, kolonialisme, hingga imperialisme.
Berikut 10 lagu karya Bob Marley yang paling lantang menyuarakan perlawanan dan keadilan sosial:
1. Get Up, Stand Up
Dengan liriknya, “Get up, stand up, stand up for your rights”, lagu ini menjadi semacam manifesto perlawanan Bob Marley. Lagu yang diciptakan bersama oleh Bob Marley dan Peter Tosh pada 1973 ini merupakan seruan perlawanan yang kuat.
Sejatinya, lagu ini bukan hanya panggilan bagi rakyat kulit hitam untuk melawan rasisme, tetapi juga seruan kepada rakyat tertindas di mana saja untuk bangkit merebut hak-haknya. Kini, lagu Get Up, Stand Up telah menjadi lagu kebangsaan bagi aktivis maupun organisasi yang memperjuangkan hak-hak kaum marjinal.

2. Redemption Song
Lagu Redemption Song adalah salah satu masterpiece Bob Marley menjelang akhir hidupnya. Lagu ini diciptakan pada 1980, setahun sebelum Bob meninggal dunia pada 1981.
Sebagian lirik lagu ini diambil dari pidato Bapak Pembebasan Afrika, Marcus Garvey: “Emancipate yourselves from mental slavery/ None but ourselves can free our mind.” Itu adalah seruan Garvey kepada rakyat Afrika agar mereka membebaskan diri dari segala bentuk belenggu perbudakan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga mentalitas.
Lagu ini sangat sarat akan perlawanan. Sampai-sampai Bono, vokalis U2, mengaku sering membawakan lagu ini saat bertemu dengan politikus, perdana menteri, atau presiden. “Lagu ini mengingatkan bahwa setiap perjuangan kebebasan membutuhkan pengorbanan,” kata Bono.
3. War
Lagu War muncul di album Rastaman Vibration tahun 1976. Lagu ini benar-benar filosofis dan politis. Tidak hanya itu, lagu ini secara terang-terangan menembak langsung diskriminasi rasial, kolonialisme, dan imperialisme.
Sebagian lirik lagu ini diambil dari pidato pemimpin Ethiopia, Haile Selassie di Sidang Umum PBB tahun 1963. Saat itu Haile Selassie mengutuk agresi Italia terhadap negerinya. Bob Marley memang sangat mengagumi pemimpin Ethiopia tersebut.

Bait pertama langsung melabrak superioritas ras yang membuat dunia terbagi antara bangsa superior dan bangsa inferior. Lagu ini juga mengutuk rezim-rezim boneka yang memperbudak sebangsanya di Angola dan Mozambik—keduanya berada di bawah penjajahan Portugis.
4. Africa Unite
Bob Marley sangat dipengaruhi oleh Garvey, termasuk visinya tentang persatuan Afrika melawan rasisme, kolonialisme, dan imperialisme. Garvey selalu berseru: Afrika untuk Afrika.
Di lagu Africa Unite, yang muncul di album Survival tahun 1979, Bob secara gamblang menyokong Pan-Afrikanisme. Ia meyakini, pembebasan penuh rakyat Afrika hanya mungkin terjadi jika seluruh benua Afrika terbebas dari kaum babylon (penindas).
Di tahun yang sama, ia juga menciptakan lagu berjudul Zimbabwe. Lagu ini merupakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Zimbabwe, yang dipimpin Robert Mugabe, melawan rezim rasialis Rhodesian. Pada tahun 1980, saat perayaan kemerdekaan Zimbabwe, Bob tampil menyanyi di hadapan 80 ribu orang.
5. Them Belly Full (But We Hungry)
Ini adalah lagu yang mengutuk ketimpangan dan kemiskinan. “Perut mereka penuh, sementara kami lapar. Massa yang lapar adalah massa yang marah,” demikian lirik lagu itu.
Di lagu ini juga terdapat sindiran: “Forget your troubles and dance!” Seolah-olah Bob ingin mengatakan, dansa adalah jalan pintas untuk melarikan diri dari persoalan kemiskinan. Tentu tidak sepenuhnya benar, tetapi banyak orang miskin mencoba melupakan penderitaan yang melilit tubuh dan jiwanya sesaat dengan mencari hiburan.

6. Revolution
Lagu ini lahir di tengah situasi politik Jamaika yang memanas antara Partai Rakyat Nasional (PNP) yang nasionalis-progresif melawan Partai Buruh Jamaika (JLP) yang konservatif. PNP dipimpin oleh Michael Manley. Partai ini menjanjikan redistribusi kekayaan serta mengangkat derajat ekonomi dan martabat kelas sosial paling bawah.
Namun, upaya PNP dihadang oleh JLP di bawah pimpinan Edward Seaga, yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan CIA. Meskipun tidak mendukung secara langsung, Bob bersimpati pada perjuangan PNP. Ia turut menyanyi di konser musik yang dihelat oleh PNP.
Lagu Revolution adalah ekspresi kemarahan Bob atas situasi itu. Dia secara terang-terangan menyerukan revolusi sebagai jalan keluar atas berbagai persoalan yang melilit rakyat Jamaika.
7. Crazy Baldhead
Lagu ini merupakan ungkapan kemarahan Bob Marley terhadap maraknya kekerasan berbau rasial yang dilakukan oleh kelompok Skinhead dan fasis.
Lagu ini juga berisi sindiran: “Anda membangun penjara, kami membangun sekolah/sekolah cuci otakmu membodohi kami/kebencian adalah hadiahmu atas cinta kami.”

8. I Shot The Sheriff
Lagu I Shot the Sheriff dibuat tahun 1973. Ada dua versi tentang maksud lagu ini. Versi pertama mengatakan, lagu ini merupakan bentuk protes Bob terhadap perlakuan yang diterima warga kulit hitam setiap berhadapan dengan polisi.
Sementara itu, versi kedua disampaikan oleh bekas pacar Bob Marley, Esther Anderson, yang menyebut lagu ini sebagai bentuk penentangan Bob terhadap kebijakan kontrol populasi. Menurutnya, kata “Sheriff” sebetulnya adalah kata ganti untuk “dokter”.
9. Burning and Looting
Lagu ini bicara tentang kemarahan rakyat yang berujung pada kerusuhan, yang di dalamnya terjadi pembakaran dan penjarahan. Bob sangat tahu bahwa kerusuhan bukanlah sesuatu yang spontan, melainkan selalu memiliki akar sosial-ekonomi.
Namun, dia menyayangkan biaya sosial yang harus ditanggung akibat kerusuhan massa. Seperti dalam lirik lagu ini: “We gonna be burning and a-looting tonight; (To survive, yeah!)/Burning and a-looting tonight; (Save your baby lives).”
Mungkin lagu ini relevan untuk merefleksikan sejumlah kasus kerusuhan di Amerika Serikat baru-baru ini, yang didorong oleh ketidakadilan ekonomi dan diskriminasi rasial.
10. Buffalo Soldier
Lagu ini berkisah tentang orang-orang Afrika yang diculik di kampung halamannya, diangkut ke Amerika, dan dipaksa ikut berperang bersama negara adikuasa itu. Bob menyebut perang mereka sebagai “perang untuk bertahan hidup”.
Orang-orang Afrika ini dipekerjakan dalam “Perang Indian” tahun 1866. Ini adalah perang kolonialis Eropa untuk menumpas habis masyarakat asli benua Amerika, yaitu orang Indian.
Itu merupakan perang yang tragis bagi orang Afrika. Sebab, mereka dipaksa memerangi bangsa yang hampir senasib dengan bangsanya.










