Vjosa-Narta, hamparan indah di Albania barat daya yang menjadi rumah bagi 200 spesies burung migran, termasuk termasuk flamingo dan pelikan, terancam oleh rencana bisnis keluarga Trump.
Rencananya, Jared Kushner, suami dari Ivanka Trump, anak Donald Trump, akan membangun bisnis pariwisata dengan 10.000 kamar hotel di kawasan Vjosa-Narta. Proyek di bawah bendera Affinity Partners itu akan menggelontorkan sekitar USD 4,7 miliar untuk agenda bisnis besar tersebut.
Tidak hanya itu, Kushner juga akan membangun resor mewah di Pulau Sazan, sebuah pulau kosong yang dulunya bekas pangkalan militer di era Perang Dingin.
Awal Mei 2026, pihak pengembang mulai memasukkan alat berat, seperti eskavator dan buldozer, ke lokasi. Pagar kawat berduri langsung dipasang mengelilingi Pishë-Poro, Zvërnec.
Warga sekitar dan aktivis lingkungan, yang mengendus bahaya perusakan linkungan, langsung bereaksi. Mereka menggelar aksi protes, tetapi diabaikan.
Pada 30 Mei 2026, seratusan warga lokal dan aktivis lingkungan berusaha menghalau alat-alat berat yang mau bekerja. Namun, pihak pengembang mengerahkan security (keamanan swasta) untuk membubarkan aksi.
Dalam aksi pembubaran itu, security mengeroyok, memukul, dan menyeret demonstran. Videonya yang viral di media sosial, langsung memicu kemarahan publik.
Besoknya, pada 1 Juni 2026, demonstrasi melibatkan ribuan orang berlangsung di Tirana, Ibu Kota Albania. Dalam aksi itu, demonstran membawa karton warna merah jambu berbentuk burung flamingo. Ada juga balon-balon berbentuk flamingo.
Sejak itu, burung flamingo menjadi simbol protes. Hari-hari di bulan Juni ditandai dengan mobilisasi massa yang semakin membesar. Tuntutannya pun tak hanya menolak proyek bisnis keluarga Trump, tetapi menuntut Perdana Menteri Albania, Edi Rama, untuk mengundurkan diri.

Albania not for sale
Pasca berakhirnya rezim komunis pada 1992, ekonomi Albania tidak berkembang signifikan. Industrialisasi tidak berjalan. Kontribusi manufaktur terhadap PDB hanya sekitar 6,5 persen, salah satu yang terendah di Eropa. Penyerapan tenaga kerja hanya 10,9 persen dari total angkatan kerja.
Tanpa sektor produktif yang tangguh, Albania terpaksa menjual satu-satunya milik mereka: sumber daya dan kekayaan alam. Perdana Menteri Edi Rama, yang berkuasa sejak 2013, berusaha melakukan bypass untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menggenjot pariwisata.
Pada 2021, pariwisata sudah menyumbang sekitar 26 persen dari PDB. Pada 2024, demi mengakselerasi pariwisata lebih massif lagi, Edi Rama mengamandemen undang-undang tentang kawasan lindung. Beleid baru ini melonggarkan regulasi kawasan hutan lindung dan konservasi demi pariwisata.
Berselang beberapa minggu setelah amandemen UU, Jared Kushner secara resmi mengumumkan megaproyek resor mewah senilai €1,4 miliar di bawah naungan perusahaan investasi miliknya, Affinity Partners.
Rakyat Albania sangat marah. Selain soal pengursakan kawasan hutan lindung dan konservasi demi bisnis pariwisata, ada kesan bahwa sebuah UU direvisi demi memfasilitasi bisnis keluarga Trump. Slogan ”Albania not for sale” pun menggema di jalanan.
Perselingkuhan dengan Trump
Edi Rama, yang terpilih sebagai perdana menteri sejak 2013, merupakan politisi Partai Sosialis Albania (PS). Sejak 2013, PS sudah memenangi empat pemilu dan menjadi kekuatan mayoritas dalam lanskap politik Albania hari ini.
Menariknya, meskipun memakai label sosialis dan ditempatkan dalam spektrum ”kiri-tengah”, tapi PS sama sekali tak mencerminkan politik kiri. Sejak berubah dari Partai Buruh Albania yang komunis menjadi sosialis, PS melucuti semua program-program sosialisnya.

Sejak 1992, PS menjadi “budak” dari Washington Consensus. Mereka meniru “New Labour”-nya Tony Blair di Inggris yang mengambil jalan neoliberal. Ketika berkuasa pada 2013, Edi Rama cenderung pada neoliberalisme. Sistem pajaknya tetap (flat tax) yang bertolak belakang dengan agenda redistribusi ekonomi ala sosialis.
Politik luar negerinya lebih ekstrem. Rezim sosialis di bawah Edi Rama sangat pro-Trump. Seperti Indonesia, Albania menjadi anggota Board of Peace (BoP). Dan seperti Indonesia juga, Albania menjadi satu-satunya negara Eropa yang siap mengirim pasukan ke Gaza.
Albania, negara sekuler yang mayoritas penduduknya beragama Islam, juga merapat ke Tel-Aviv. Di bawah Edi Rama, Albania membeli senjata jutaan dolar dari Israel. Albania juga menjadi tuan rumah bagi konferensi teknologi dan siber yang mendatangkan 40-an perusahaan Israel. Sebaliknya, Albania menjadi salah satu pemasok bahan bakar terpenting ke Israel.
Revolusi flamingo
Rencana bisnis keluarga Trump, yang menyingkap betapa korupnya sistem politik di bawah rezim Edi Rama, telah membangunkan rakyat Albania dari tidur panjangnya.
Di Kota Tirana, puluhan ribu demonstran dengan simbol burung flamingo memenuhi jalan-jalan. Meskipun tidak ada kekuatan oposisi yang signifikan, tetapi mobilisasi jalanan berskala besar benar-benar mengancam kekuasaan.
Selain mendorong kepolisian untuk melakukan investigasi serius atas kekerasan yang dilakukan keamanan swasta di Zvërnec, Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi Albania (SPAK) akhirnya membuka investigasi formal terkait legalitas akuisisi tanah dan aliran dana proyek Kushner tersebut.
Pemerintahan Edi Ramah sendiri masih bergeming. Ia mengatakan akan terus melanjutkan proyek tersebut, yang menurutnya sebagai tonggak penting untuk mengubah Albania dari negara komunis terbelakang menjadi negara pusat destinasi dunia.
Dia juga menuding demonstran sebagai korban misinformasi dan antek-antek asing.
”Proyek Kushner adalah puncak dari segala ketidakadilan di Albania. Para pengunjuk rasa sudah muak dengan seluruh sistem oligarki dan perdana menteri kami, yang bertindak seolah-olah negara ini miliknya sendiri,” kata Arlind Qori, pemimpin partai kiri Lëvizja Bashkë atau Bergerak Bersama.
Kaum revolusioner flamingo mengusung empat tuntutan pokok: menuntut pengunduran diri Edi Rama sebagai perdana menteri, pembentukan pemerintahan transisi, pencabutan UU yang merugikan rakyat, serta pemilu bebas dan adil.










