Nobel Perdamaian untuk Anak Sopir BusMantan hakim di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) ini dinilai punya dedikasi byRisal KurniaNo comments4 minute read
Tragedi KemiskinanPada September 2026, pemuda ini memutuskan merantau ke Kalimantan Selatan byIra KusumahNo comments3 minute read
Refleksi Tapol: Mengurai Kriminalitas dari Perspektif MarhaenismeMenjadikan Marhaenisme sebagai tindakan, salah satunya bisa dilakukan dengan byMansurni AbadiNo comments6 minute read
Nobel Perdamaian untuk Anak Sopir BusMantan hakim di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) ini dinilai punya dedikasi byRisal Kurnia10 Oktober 2026
Tragedi KemiskinanPada September 2026, pemuda ini memutuskan merantau ke Kalimantan Selatan byIra Kusumah10 Oktober 2026
Refleksi Tapol: Mengurai Kriminalitas dari Perspektif MarhaenismeMenjadikan Marhaenisme sebagai tindakan, salah satunya bisa dilakukan dengan byMansurni Abadi5 Oktober 2026
Politik22 Januari 2026 Persatuan Nasional sebagai Masalah Politik: Negara Kesatuan dan Krisis RepublikIndonesia bukanlah bangsa yang lahir secara alamiah byRiski Oktara Putra
PolitikTokoh12 November 2025 Bung Hatta dan Mental Pejabat RepublikAda kisah-kisah yang melampaui waktu, yang bukan sekadar catatan sejarah, namum byIra Kusumah
Gagasan5 Juni 2025 Bagaimana Aristoteles bisa Menyelamatkan Kita?Pada tahun 1995, dalam sebuah pidato berjudul “Visions for the 21st byEditor
Politik3 September 2024 Gagasan Republikanisme Abad 21Kita kini hadir dan hidup di tengah zaman baru byRaymond Samuel